10 May 2017

Yaa Muqollibal Quluub… Tsabbit Qalbi Ala Diinik..


Yaa Muqollibal Quluub… Tsabbit Qalbi Ala Diinik..
Yaa Allah yang Maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu.
 
Diluar hiruk pikuk yang ada, aku sempatkan diri menjauh sejenak dan kembali kepada halaman kosong. Halaman kosong tanpa cemoohan penuh kebencian, salah kaprah, buruk sangka, halaman kosong yang akhirnya membuat aku kembali berpikir. Apa kita ini sesungguhnya? Mengapa hati terasa penuh dan bergemuruh, seolah-olah semua kata ingin saja kumuntahkan dari mulutku?
Sebuah video berdurasi singkat sukses membuat aku menangis pagi ini. Kisah Rasulullah. Kisah manusia yang paling dicintai oleh Allah. Kisah manusia yang paling mencintai umatnya.
Doa apa yang sering diucapkan oleh Nabi Salallahu Alaihi Wasallam:
Yaa Muqollibal Quluub… Tsabbit Qalbi Ala Diinik..
Betapa yaa Rasul engkau mulia di hadapan Allah. Sungguh mulia engkau tapi tetap kau meminta keteguhan hati pada Allah. Padahal surga sudah menjadi milkmu, yaa Rasul.
Teringat cibiran menyakitkan dari orang-orang sekitar. Seolah-olah umatmu ini yaa Rasul disangka oleh mereka, menjual surga. Siapa yang sanggup menjual surga? Dengan apa surga bisa dibeli?
Yaa Rabbi, betapa hati ini sakit. Mengapa sulit sekali hanya ingin memegang agama-Mu dengan teguh? Mengapa saudara-saudara muslim kami saling mencemooh? Padahal di akhirat kelak pertolongan saudara muslim jugalah yang akan membantu mengeluarkan kita dari Neraka-Mu.
Suatu saat saya membaca sebuah cerita mengenai perang Badar di zaman Rasul. Hanya 300 pasukan melawan ribuan pasukan kaum kafir. Dalam sendunya malam, saat sahabat sedang tidur, Rasulullah Salallahualaihi Wasallam berdoa "ya Allah, tepati janjimu…kalau umat Islam kalah pada perang ini, Engkau tidak akan disembah lagi yaa Allah…” beliau tidak pernah berhenti berdoa, tidak pernah berhenti berdoa. Untuk kita… unutuk kita, saudaraku.
Sudah enggankah kita berdoa memohon hidayah dari Allah? Mengapa merasa besar padahal kita ini sangat kecil ? Mengapa bersedih kalau kita percaya semua yang ada di langit dan bumi datangnya dari Allah? Jangan hakimi pendosa, mohonkanlah ampunan untukmu dan untuknya.
Yaa Rabbi,
Teguhkanlah hati kami untuk tetap di agama-Mu. Teguhkanlah kedudukan kami setelah menolong agama-Mu. Ihdinasshirootol Mustaqiiim.. tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Tunjukkanlah kami hidayahMu. Jika kami salah, maka tunjukkanlah, dan jika kami benar maka tunjukkanlah. Hentikanlah fitnah untuk kami umat muslim, yaa Allah.. Engkau yang maha kuat, lagi maha perkasa. Yaa Rahman.. Yaa Rahim..
Rabu, 10 Mei 2017
Annisa Jihan Andari.
 
 

20 Dec 2016

KATA KATA

I found my old writing, back 2 years ago.








KATA KATA.
by: Annisa Jihan, 19 Oct 2014






Malam ini, dalam dingin AC di ruangan yang sangat tidak bersahabat, aku menyalakan semua lampu di penjuru rumah. Takut akan gelap, atau takut akan yang namanya sepi yang selalu coba menghampiri? Aku hanya ingin satu dua buah kata. tak perlu yang bermakna cinta. aku hanya perlu sebuah sikap yang hangat. Dimana kehangatan?! Dimana ia belakangan? akankah ia marah pada matahari yang sudah terlalu lama berbagi? Dimana hujan saat ini? Mungkin saja hangat hanya bersahabat pada hujan yang tetap menjadikannya berarti. Apa arti hangat apabila semua orang begitu mencintai sinar matahari? Hangat bias jadi marah dan pergi tidak kembali..


Malam ini, selimut tebal cukup menjadi teman satu-satunya yang paling setia. Disela segala keraguan yang diam-diam menyelinap dalam tiap mimpi buruk, selimut cukuplah setia memberikan perlindungan sehangat peluk.
Tidak perlu kita bicara rasa. Apa arti cinta jika dibiarkan sunyi? Bukankah cinta sepatutnya bicara dengan penuh gema? Lantas mengapa cinta membawa kesedihan? Pasti ada yang salah, malam ini. Apa yang salah? siapa yang salah? bagaimana bisa salah? seandainya merindu tidak perlu menggebu-gebu, mungkin saja kita bisa bicara tanpa kata-kata.


Aku hanya begitu merindukanmu.
aku ingin mendengar suaramu yang tidak lelah. kenapa kau cepat lelah dan menjadi jengah? dimana semua hal-hal yang indah? apakah cinta tak cukup membawa burung-burung kembali pulang ke sarang? lalu dimana aku sekarang? Saat ini aku ingin sekali pergi, beribuan kilometer jauhnya. dan menhgilang sejenak dalam kabut dingin yang suka memupuskan asa. di beberapa sisi baying-baying lampu pijar, aku ingin menjadi orang jahat saja karena menjadi baik membuatmu begitu lemah.


Kau bilang butuh spasi. aku duga kau butuh jarak. kata-katamu terlalu tajam bahkan untuk kuingat. tapi sepanjang perjalanan malam yang begitu meresahkan, kata-katamu bergema seakan ada benarnya. haruskan aku bersembunyi di sudut lain galaksi ini? akankah duniamu menjadi luas kembali? mungkin kamu butuh hijrah, mungkin kita semua butuh pergi sejenak.


Kau bilang butuh spasi.
kau bilang butuh spasi.
spasi.
jeda.
waktu.
jarak.
detak.
tempat.
koordinat.


mengapa lantas banyak sekali koordinat di dalam kepala? akankan kamu menetap dan tidak mengizinkanku mengetuk untuk masuk? Kata-katamu yang bergema tidak bisa lagi aku cerna. mungkin aku butuh istirahat lebih lama dari biasanya.


kau butuh spasi, aku berikan alam semesta.
terserah saja kau ingin tinggal dimana, aku pastikan tidak ada diriku disana.
untuk waktu yang tidak menentu...


kelak kau tahu aku butuh pengganti selimut, alangkah baiknya jika selimut ini bisa bicara agar aku tahu, aku tidak gila... tapi kamu butuh spasi?


spasi.. spasi,,, sanpai basi kata-kata itu menusuk di hati.

27 May 2016

Apa tujuan hidup kita?

Assalammualaikum. 

Dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada- Ku.” (QS. Adz- Dzariyat : 56) 

Banyak sekali dari kita yang kerap mempertanyakan tujuan hidup. Mau apa kita? Mau kemana kita? Pertanyaan semacam ini tidak luput juga saya lontarkan beberapa tahun silam. Bagi saya, tujuan hidup itu harus terpampang. Dengan jelas: A, B, C, D. Tapi saya lupa, saya lupa memasukkan 1 poin yang mana adalah tujuan sejatinya makhluk hidup diciptakan. Ibadah. Menyembah. Saya lupa menjadikan ibadah adalah tujuan hidup saya. 

Siapa yang tidak percaya bahwa dunia ini tidaklah kekal adalah disbeliever. Tidak beriman. Karena beriman termasuk meyakini hari akhir and the life after. Kemana kita semua pergi setelahnya? Tergantung masing-masing amal, mereka bilang. Seringkali pernyataan ini menjadi dalil mereka yang suka mengatakan "yang penting gw baik, ga ganggu orang, urusan gue". Nope. Baik belum tentu masuk surga. Lalu bagaimana cara kita meraih surga? 

Dalam suatu pengajian di kantor beberapa bulan lalu, ustdzah astrie ivo mengatakan "hanya ada 1 jalan menuju surga, yakni taqwa". Saat mendengar itu hati saya bergetar. Wajah serasa ditampar. Bagaimana itu tAqwa? 

Menurut risalahislam.com, 
Ibn Abbas mendefinisikan takwa sebagai "takut berbuat syirik kepada Allah dan selalu mengerjakan ketaatan kepada-Nya" (Tafsir Ibn Katsir).
Ketika Abu Dzarr Al-Ghifari meminta nasihat kepada baginda Rasulullah, maka pesan paling pertama dan utama yang beliau sampaikan kepada sahabatnya itu adalah takwa. Rasulullah Saw bersabda: 

"Saya wasiatkan kepadamu, bertakwalah engkau kepada Allah karena takwa itu adalah pokok dari segala perkara." (Tanbihul Ghofilin, Abi Laits As-Samarkindi).

Menaati perintahnya, menjauhi larangannya. Terkesan seperti anak SD menghapal pelajaran agama islam untuk ulangan semester. Tapi saya tidak malu untuk memulai menghapal kembali definisi-definisi semacam ini. Sudah sejauh mana saya bertaqwa? Astaghfirullohaladzim. Bahkan perintah taqwa disebutkan jauh lebih banyak daripada perintah sholat di dalam Al-Quran! 

Menjadi manusia yang taat adalah menjadi manusia seutuhnya bagi saya. Sebab hakikat kita diciptakan adalah untuk menyembah sang pencipta, melalui ketakwaan tersebut. Perintah-perintah kepada manusia pun sudah jelas tertulis, mulai dari bersyahadat, sholat, berzakat, puasa, dan naik haji bila mampu, hingga perintah-perintah wajib lainnya seperti menutup aurat, mengulurkan hijab, menjaga pandangan, menjaga kemaluan, patuh pada suami, berbakti pada ibu bapakmu, dan yang lainnya. 

Lalu buat apa lagi kita mempertanyakan tujuan hidup? 
Jelas tujuannya adalah menjadi sebaik-baiknya insan yang bertakwa. Sami'na wa atho'na. 

Wassalammualaikum. 

Regards,
Annisa J.A (01.10am) 




16 May 2016

#RenunganSore: Sosmed dan Mudhorotnya.

Assalammualaikum wr wb. 

Alhamdulillah. 

Dalam kajian tadi siang di kantor, Ust. Khalid Basalamah menerangkan bahwa menurut kaidah fiqh, jika sesuatu lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya, maka hal tsb tergolong haram. Contohnya? Rokok. Lalu saya inget seorang rekan (lupa siapa) pernah mengatakan via teks, "sosmed itu banyak mudhorotnya". 
Lalu apa berarti sosmed itu haram? 

Pikiran saya kembali ke tahun 2014 ketika memutuskan meninggalkan sosmed. Saat itu, saya menyadari bahwa hal-hal yang saya sampaikan melalui media memiliki tujuan untuk membuat orang lain terkesan. Saya ingin orang terkesan bahwa saya pernah makan steak salmon - sebagai contoh. Sehingga saya merasa ada sesuatu yang salah, sesuatu yang tidak sepatutnya saya lakukan. Saat itu, setiap detik dan menitnya saya mengutarakan sesuatu lewat sosmed yang tentu saja, hal itu gak penting bagi orang lain. 

Nowadays, sosmed digunakan untuk pamer (no offense). Yang berarti, people who use it will share their activities, which place they have dinner, how they spend their holiday, what they do with their partner, and even share barang2 apa saja yang mereka miliki (tak terkecuali saya juga melakukan itu). 
Dan salah satu kajian dari Ust. Khalid, salah satu ciri dari kesombongan adalah tabiat pamer. Lalu bagaimana cara kita menghindarinya? Share lah sesuatu yang kiranya bermanfaat buat orang lain. Apakah tempat liburan anda bermanfaat buat orang lain? Apakah barang terbaru anda penting buat diketahui orang lain? Well, Berkata baik atau diam. Share yang baik atau diam. 

Mungkin ada benar (atau baiknya) memang jika kita menahan diri. Tak terkecuali menahan diri untuk share hal semacam ini. Tapi sejauh yang saya pahami, dakwah itu sifatnya wajib dalam agama. Sampaikan walau hanya  1 ayat. Mungkin ada yg bisa berubah setelah membaca ini, mungkin juga ada yg  tersinggung. Apapun itu, tugas 1 orang muslim sudah saya lakukan. 

Alhamdulillah saya hidup di jaman dimana menyebarkan kebaikan tidak perlu pakai panah & pedang, sampai ke peperangan. 

Wallahualam. 

Mungkin benar, sosmed itu banyak mudhorotnya? 
*merenung* 

3 Mar 2016

Iman

/there is a room, it floats above the stars/

Ruangan itu gelap dan pekat. Tidak ada setitik cahayapun bagi mataku untuk melihat. Tidak ada suara yang memberikan petunjuk. Tapi aku tahu aku aman disana. Menunggu waktuku untuk bertemu dengan-Nya. Tidak ada satu detik pun waktu kuhabiskan percuma. Ku mengingat, mengeluh, berkesah, bercerita, dan tersenyum bahagia. Aku memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan hati penuh suka cita. Ruangan itu gelap dan pekat. Tapi tangan dan kaki ini tidak pernah terikat.

Mungkin begitulah iman. Dengan atau tanpa cahaya-Nya kau bisa belajar untuk tetap bahagia. Dengan atau tanpa cahaya-Nya kau bisa merasa merdeka di ruang hampa. Kau seperti dapat bercerita apa saja tanpa takut ada biang gossip yang akan mencela. Mungkin itulah namanya iman. Siang malam tanpa takut kau belajar untuk tertawa. Berserah diri hanya karena-Nya, sekalipun dalam ruang gelap gulita.

/With all the brave hearts, and open sky/

Song by: Sarah Brightman-Glosoli

9 Oct 2015

My Wedding Video - 21 December 2014

Hi everyone.
So I finally have the time to upload my wedding video trailer. Special thanks to Makna Foto  who have been able to make such joyful video of our wedding. We reaaallly love it!



1 Oct 2015

Menyapa Pagi di Awal Oktober

Selamat pagi. 
*inhale exhale*. Saya tengah duduk di atas matras yoga berwarna biru tua saat menulis ini, dan tentu saja dengan pemandangan halaman belakang rumah mertua yang sangat hijau serta beberapa kotak aquarium kaca milik suami yang tak kunjung diputuskan mau diletakkan dimana. Apapun itu, hari ini hati saya merasa bahagia plus plus. Bagaimana tidak, banyak sekali skenario dalam hidup yang mengejutkan saya alami: 

(Menjadi) hamil membuat saya benar-benar merasakan perjuangan seutuhnya seorang perempuan. Belum lagi perasaan berdebar-debar menjelang persalinan yang kerap saya alami. Untuk mengantisipasinya, saat cuti melahirkan saya dimulai saya rutin melakukan yoga. Dalam hitungan hari sampai minggu, bayi kecil ini akan segera keluar menyaksikan dunia. Saya pun tidak sabar menyaksikan mata nya terbuka dan mulutnya menjerit dengan kencang. 
---
Alhamdulillah, suami akhirnya mendapatkan pekerjaan baru. Setelah perjuangan yang cukup lamaaaa untuk bisa mendapatkannya. Apapun itu, sedikit rezeki dari Tuhan ini tampaknya tidak pantas diabaikan. Ini sebuah pencapaian besar. 
---
Kuliah saya perlahan lahan saya mulai kembali setelah terbengkalai selama 1 tahun. Jujur saja, pilihan untuk menunda studi di tengah jalan merupakan keputusan terberat. Tapi saat itu saya mendapatkan pekerjaan yang sangat baik dan momentum rencana untuk menikah kala itu membuat saya mengambil resiko untuk menjalani karir terlebih dahulu. Passion saya tinggalkan, pundi-pundi tabungan saya kumpulkan. orang bilang initinya mau cari modal untuk menikah. Tapi sekarang saya mulai menyusun kembali jalan tersebut, jalan menuju toga bergaris dua, walau entah kapan saya bisa memakainya. 
---

Dari semua kejutan itu, saya semakin percaya pada akhirnya bahwa skenario hidup memang penuh dengan misteri. Saya tidak pernah menyangka saya akan duduk di sini, pada detik ini. Kalau sesuai dengan angan-angan, semestinya saat ini saya sedang duduk manis di meja kerja, (mungkin) dengan uang yang tidak seberapa, dan selalu saja habis untuk berfoya-foya. Atau mungkin saya sedang melancong sendiri ke Papua -- dengan sedikit tabungan yang tersisa. Tapi ternyata saya harus duduk manis diam di rumah, menjaga anak bayi dalam kandungan, berlatih pernafasan untuk proses melahirkan, dan meminum teh hangat di sore hari untuk relaksasi. Ternyata saya harus tidur bersama pria yang kerap memanjakan dengan usapan lembut setiap kali saya merasa sakit pinggang, dan dari minggu ke minggu area bermain saya tidak jauh-jauh dari Rumah Sakit Bersalin atau mall untuk sekedar mencari hiburan. 

Alhamdulilah. Apa lagi yang bisa di bawakan bulan Oktober untuk saya? 



Yaa Muqollibal Quluub… Tsabbit Qalbi Ala Diinik..

Yaa Muqollibal Quluub… Tsabbit Qalbi Ala Diinik.. Yaa Allah yang Maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu.   ...