KATA KATA

I found my old writing, back 2 years ago.








KATA KATA.
by: Annisa Jihan, 19 Oct 2014






Malam ini, dalam dingin AC di ruangan yang sangat tidak bersahabat, aku menyalakan semua lampu di penjuru rumah. Takut akan gelap, atau takut akan yang namanya sepi yang selalu coba menghampiri? Aku hanya ingin satu dua buah kata. tak perlu yang bermakna cinta. aku hanya perlu sebuah sikap yang hangat. Dimana kehangatan?! Dimana ia belakangan? akankah ia marah pada matahari yang sudah terlalu lama berbagi? Dimana hujan saat ini? Mungkin saja hangat hanya bersahabat pada hujan yang tetap menjadikannya berarti. Apa arti hangat apabila semua orang begitu mencintai sinar matahari? Hangat bias jadi marah dan pergi tidak kembali..


Malam ini, selimut tebal cukup menjadi teman satu-satunya yang paling setia. Disela segala keraguan yang diam-diam menyelinap dalam tiap mimpi buruk, selimut cukuplah setia memberikan perlindungan sehangat peluk.
Tidak perlu kita bicara rasa. Apa arti cinta jika dibiarkan sunyi? Bukankah cinta sepatutnya bicara dengan penuh gema? Lantas mengapa cinta membawa kesedihan? Pasti ada yang salah, malam ini. Apa yang salah? siapa yang salah? bagaimana bisa salah? seandainya merindu tidak perlu menggebu-gebu, mungkin saja kita bisa bicara tanpa kata-kata.


Aku hanya begitu merindukanmu.
aku ingin mendengar suaramu yang tidak lelah. kenapa kau cepat lelah dan menjadi jengah? dimana semua hal-hal yang indah? apakah cinta tak cukup membawa burung-burung kembali pulang ke sarang? lalu dimana aku sekarang? Saat ini aku ingin sekali pergi, beribuan kilometer jauhnya. dan menhgilang sejenak dalam kabut dingin yang suka memupuskan asa. di beberapa sisi baying-baying lampu pijar, aku ingin menjadi orang jahat saja karena menjadi baik membuatmu begitu lemah.


Kau bilang butuh spasi. aku duga kau butuh jarak. kata-katamu terlalu tajam bahkan untuk kuingat. tapi sepanjang perjalanan malam yang begitu meresahkan, kata-katamu bergema seakan ada benarnya. haruskan aku bersembunyi di sudut lain galaksi ini? akankah duniamu menjadi luas kembali? mungkin kamu butuh hijrah, mungkin kita semua butuh pergi sejenak.


Kau bilang butuh spasi.
kau bilang butuh spasi.
spasi.
jeda.
waktu.
jarak.
detak.
tempat.
koordinat.


mengapa lantas banyak sekali koordinat di dalam kepala? akankan kamu menetap dan tidak mengizinkanku mengetuk untuk masuk? Kata-katamu yang bergema tidak bisa lagi aku cerna. mungkin aku butuh istirahat lebih lama dari biasanya.


kau butuh spasi, aku berikan alam semesta.
terserah saja kau ingin tinggal dimana, aku pastikan tidak ada diriku disana.
untuk waktu yang tidak menentu...


kelak kau tahu aku butuh pengganti selimut, alangkah baiknya jika selimut ini bisa bicara agar aku tahu, aku tidak gila... tapi kamu butuh spasi?


spasi.. spasi,,, sanpai basi kata-kata itu menusuk di hati.

Comments

Popular Posts