Yaa Muqollibal Quluub… Tsabbit Qalbi Ala Diinik..


Yaa Muqollibal Quluub… Tsabbit Qalbi Ala Diinik..
Yaa Allah yang Maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu.
 
Diluar hiruk pikuk yang ada, aku sempatkan diri menjauh sejenak dan kembali kepada halaman kosong. Halaman kosong tanpa cemoohan penuh kebencian, salah kaprah, buruk sangka, halaman kosong yang akhirnya membuat aku kembali berpikir. Apa kita ini sesungguhnya? Mengapa hati terasa penuh dan bergemuruh, seolah-olah semua kata ingin saja kumuntahkan dari mulutku?
Sebuah video berdurasi singkat sukses membuat aku menangis pagi ini. Kisah Rasulullah. Kisah manusia yang paling dicintai oleh Allah. Kisah manusia yang paling mencintai umatnya.
Doa apa yang sering diucapkan oleh Nabi Salallahu Alaihi Wasallam:
Yaa Muqollibal Quluub… Tsabbit Qalbi Ala Diinik..
Betapa yaa Rasul engkau mulia di hadapan Allah. Sungguh mulia engkau tapi tetap kau meminta keteguhan hati pada Allah. Padahal surga sudah menjadi milkmu, yaa Rasul.
Teringat cibiran menyakitkan dari orang-orang sekitar. Seolah-olah umatmu ini yaa Rasul disangka oleh mereka, menjual surga. Siapa yang sanggup menjual surga? Dengan apa surga bisa dibeli?
Yaa Rabbi, betapa hati ini sakit. Mengapa sulit sekali hanya ingin memegang agama-Mu dengan teguh? Mengapa saudara-saudara muslim kami saling mencemooh? Padahal di akhirat kelak pertolongan saudara muslim jugalah yang akan membantu mengeluarkan kita dari Neraka-Mu.
Suatu saat saya membaca sebuah cerita mengenai perang Badar di zaman Rasul. Hanya 300 pasukan melawan ribuan pasukan kaum kafir. Dalam sendunya malam, saat sahabat sedang tidur, Rasulullah Salallahualaihi Wasallam berdoa "ya Allah, tepati janjimu…kalau umat Islam kalah pada perang ini, Engkau tidak akan disembah lagi yaa Allah…” beliau tidak pernah berhenti berdoa, tidak pernah berhenti berdoa. Untuk kita… unutuk kita, saudaraku.
Sudah enggankah kita berdoa memohon hidayah dari Allah? Mengapa merasa besar padahal kita ini sangat kecil ? Mengapa bersedih kalau kita percaya semua yang ada di langit dan bumi datangnya dari Allah? Jangan hakimi pendosa, mohonkanlah ampunan untukmu dan untuknya.
Yaa Rabbi,
Teguhkanlah hati kami untuk tetap di agama-Mu. Teguhkanlah kedudukan kami setelah menolong agama-Mu. Ihdinasshirootol Mustaqiiim.. tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Tunjukkanlah kami hidayahMu. Jika kami salah, maka tunjukkanlah, dan jika kami benar maka tunjukkanlah. Hentikanlah fitnah untuk kami umat muslim, yaa Allah.. Engkau yang maha kuat, lagi maha perkasa. Yaa Rahman.. Yaa Rahim..
Rabu, 10 Mei 2017
Annisa Jihan Andari.
 
 

Comments

Popular Posts